Sabtu, 01 Desember 2012

Selamatkan Perempuan Dari Kematian Akibat AIDS


Padang (JarrakOnline), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) meminta semua pihak untuk segera menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari kematian akibat penyakit AIDS/HIV.
Seruan itu disampaikan Ketua PKBI Nasional, Dr. Sarsanto Wibisono Sarwono, SpOG dalam siaran Press yang diterima ANTARA dari Padang, Sabtu (26/05/12).
"Bila pencegahan ini tidak segera dilakukan maka jumlah perempuan dan anak yang terinfeksi AIDS/HIV terus bertambah dan bukan mustahil Indonesia terancam kehilangan satu generasi," katanya.
Menurutnya, berdasarkan data kasus AIDS terbaru selama Januari hingga Desember 2011 menurut kelompok pekerjaan menjadikan Ibu rumah tangga menjadi kelompok tertinggi yaitu sebanyak 622 kasus.
"Peningkatan jumlah kasus AIDS pada perempuan memang terus meningkat dari 19,5 persen (2005) menjadi 34,0 persen (2011)," katanya.
Dia menambahkan, kemungkinan besar perempuan, terutama ibu rumah tangga, terinfeksi HIV adalah tertular dari laki-laki pasangannya sendiri.
"Laki-laki pasangan, bisa dalam kategori Penasun (Pemakai Narkoba Suntik) atau lelaki yang membeli seks," katanya.
Dia mengatakan, kelompok teratas yang menyebabkan ibu rumah tangga terinfeksi HIV adalah laki-laki pembeli seks.
"Oleh sebab itu, perlu ada program khusus kepada laki-laki pembeli seks, dan membangkitkan kesadaran mereka agar bertanggungjawab terhadap keluarga, baik pasangannya, maupun anak-anak," katanya.
Berdasarkan estimasi tahun 2009 dari Kementerian Kesehatan, menurut Sarsanto Wibisono Sarwono, jumlah laki-laki pembeli seks diperkirakan 3,2 juta orang.
Sementara lelaki yang Penasun hanya sekitar 106 ribu. "Jadi secara matematis, laki-laki pembeli seks menjadi kelompok teratas yang paling berpengaruh dalam menularkan HIV kepada kelompok ibu rumah tangga dan anak," katanya.
"Ibu rumah tangga dan anak akhirnya menjadi korban dari pembeli seks," kata Sarsanto.
Dia menambahkan, selama ini pemerintah, lembaga donor internasional, akademisi dan masyarakat berasumsi bahwa komunitas tertentu (penasun, waria, gay) adalah kelompok yang lebih beresiko menularkan HIV dan AIDS, hal ini perlu untuk ditinjau ulang.
"Fokus perhatian kepada komunitas tertentu tersebut, tidak saja menambah stigma dan diskriminasi, namun juga membuat ibu rumah tangga dan anak luput untuk mendapatkan perlindungan dari kemungkinan terinfeksi HIV. Karena program pencegahan melalui transmisi seksual terfokus pada pekerja seks," katanya.**Ant/Sa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar