Posisi
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat ini masih cukup kuat di
internal Partai Demokrat. Sedikitnya dua kali Anas mengalamai percobaan
'kudeta' dari kursinya, namun dia tetap kokoh. Apa penyebabnya? Sejak terpilih melalui
Kongres Partai Demokrat pada Mei 2010 silam, posisi Anas Urbaningrum sedikitnya
mengalami percobaan kudeta politik selama dua kali. Momentum pertama terjadi
saat Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat 23 Juli 2011 serta Rapat Dewan Pembina
Partai Demokrat pada 23 Januari 2012. Dua usaha tersebut kandas di tengah
jalan. Kondisi ini sebenarnya tidak sebanding lurus dengan posisi Anas di
struktur partai. Seperti diketahui, hasil kongres di Bandung pada 2010 lalu,
peran dan posisi Ketua Umum tak lagi dominan. Kekuatan Ketua Umum terbagi
melalui lembaga-lembaga yang ada di partai yakni Majelis Tinggi, Dewan
Kehormatan, Dewan Pembina dan Komisi Pengawas. Semua lembaga itu, kecuali
Komisi Pengawas dipimpin oleh SBY, ikon Partai Demokrat. Secara teoritis,
posisi Anas Urbaningrum sangat tergantung dengan sikap politik SBY. SBY
berkeinginan Anas mundur dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, itu
bukan perkara sulit. Nah, dalam konteks kekinian yang terjadi di Partai Demokrat,
sikap SBY yang demokratis menjadikan Anas tetap aman. Hingga SBY tidak
melakukan pemihakan. Kamis, 02 Februari 2012
KENAPA ANAS TETAP KOKOH?
Posisi
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat ini masih cukup kuat di
internal Partai Demokrat. Sedikitnya dua kali Anas mengalamai percobaan
'kudeta' dari kursinya, namun dia tetap kokoh. Apa penyebabnya? Sejak terpilih melalui
Kongres Partai Demokrat pada Mei 2010 silam, posisi Anas Urbaningrum sedikitnya
mengalami percobaan kudeta politik selama dua kali. Momentum pertama terjadi
saat Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat 23 Juli 2011 serta Rapat Dewan Pembina
Partai Demokrat pada 23 Januari 2012. Dua usaha tersebut kandas di tengah
jalan. Kondisi ini sebenarnya tidak sebanding lurus dengan posisi Anas di
struktur partai. Seperti diketahui, hasil kongres di Bandung pada 2010 lalu,
peran dan posisi Ketua Umum tak lagi dominan. Kekuatan Ketua Umum terbagi
melalui lembaga-lembaga yang ada di partai yakni Majelis Tinggi, Dewan
Kehormatan, Dewan Pembina dan Komisi Pengawas. Semua lembaga itu, kecuali
Komisi Pengawas dipimpin oleh SBY, ikon Partai Demokrat. Secara teoritis,
posisi Anas Urbaningrum sangat tergantung dengan sikap politik SBY. SBY
berkeinginan Anas mundur dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, itu
bukan perkara sulit. Nah, dalam konteks kekinian yang terjadi di Partai Demokrat,
sikap SBY yang demokratis menjadikan Anas tetap aman. Hingga SBY tidak
melakukan pemihakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kemungkinan mundur tidaknya Anas tergantung dari KPK. Apakah KPK akan berani menjadikan Anas Urbaningrum sebagai tersangka? Angie sekarang sudah dinyatakan menjadi tersangka, akankan Angie yang dikorbankan untuk tumbal dari pengurus partai yang lainnya? Kita tunggu saja episode berikutnya.
BalasHapusKita tunggu
Hapuskarena anas minum Hemaviton jreeng
BalasHapushehehehhe kirain pake tissuu bassah
Hapus