Kamis, 02 Februari 2012

KENAPA ANAS TETAP KOKOH?


Posisi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat ini masih cukup kuat di internal Partai Demokrat. Sedikitnya dua kali Anas mengalamai percobaan 'kudeta' dari kursinya, namun dia tetap kokoh. Apa penyebabnya? Sejak terpilih melalui Kongres Partai Demokrat pada Mei 2010 silam, posisi Anas Urbaningrum sedikitnya mengalami percobaan kudeta politik selama dua kali. Momentum pertama terjadi saat Rapat Kerja Nasional Partai Demokrat 23 Juli 2011 serta Rapat Dewan Pembina Partai Demokrat pada 23 Januari 2012. Dua usaha tersebut kandas di tengah jalan. Kondisi ini sebenarnya tidak sebanding lurus dengan posisi Anas di struktur partai. Seperti diketahui, hasil kongres di Bandung pada 2010 lalu, peran dan posisi Ketua Umum tak lagi dominan. Kekuatan Ketua Umum terbagi melalui lembaga-lembaga yang ada di partai yakni Majelis Tinggi, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Komisi Pengawas. Semua lembaga itu, kecuali Komisi Pengawas dipimpin oleh SBY, ikon Partai Demokrat. Secara teoritis, posisi Anas Urbaningrum sangat tergantung dengan sikap politik SBY. SBY berkeinginan Anas mundur dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, itu bukan perkara sulit. Nah, dalam konteks kekinian yang terjadi di Partai Demokrat, sikap SBY yang demokratis menjadikan Anas tetap aman. Hingga SBY tidak melakukan pemihakan.

4 komentar:

  1. Kemungkinan mundur tidaknya Anas tergantung dari KPK. Apakah KPK akan berani menjadikan Anas Urbaningrum sebagai tersangka? Angie sekarang sudah dinyatakan menjadi tersangka, akankan Angie yang dikorbankan untuk tumbal dari pengurus partai yang lainnya? Kita tunggu saja episode berikutnya.

    BalasHapus